15-April-2005 13:00:42
Sekitar 100 tahun yang lalu kata birokrasi mempunyai arti sesuatu yang positif. Kata itu bermakna suatu metode organisasi yang rasional dan efisien Sekitar 100 tahun yang lalu kata birokrasi mempunyai arti sesuatu yang positif. Kata itu bermakna suatu metode organisasi yang rasional dan efisien - metode untuk menggantikan pelaksanaan kekuasaan yang sewenang-wenang oleh rejim otoriter. Logika dari birokrasi dalam kerja pemerintah sama dengan jalur perakitan dalam pabrik. Dengan otoritas hirarkis dan spesialisasi fungsionalnya, birokrasi memungkinkan tugas-tugas besar dan kompleks dapat dilaksanakan secara efisien. Max Weber menggambarkannya dengan kata-kata: "Alasan yang jelas bagi kemajuan organisasi yang birokratis selalu berupa keunggulan teknisnya atas bentuk organisasi lain manapun .. Ketepatan, kecepatan, kejelasan . pengurangan friksi dan biaya material maupun personal - semua ini ditingkatkan sampai titik optimal dalam pemerintahan yang sangat birokratis"
Model birokrasi diatas berkembang dalam kondisi yang sangat berbeda dengan saat ini. Ia berkembang dalam masyarakat yang berjalan lamban, ketika perubahan mendahului dengan langkah yang tidak tergesa-gesa. Ia berkembang dalam masa hirarki, ketika hanya mereka yang berada di posisi puncak yang mempunyai cukup informasi untuk mengambil keputuan yang dibekali dengan informasi. Untuk jangka waktu yang lama, model birokrasi tsb. berjalan - bukan karena efisien, melainkan karena memecahkan persoalan-persoalan mendasar yang ingin dipecahkan oleh masyarakat seperti keamanan, stabilitas, saluran air, jalan raya dan sekolah.
Kini semua itu telah berlalu. Kita hidup dalam era perubahan yang menakjubkan. Kita hidup dalam suatu pasar global, yang memberi tekanan kompetitif yang sangat besar pada berbagai lembaga ekonomi. Kita hidup dalam suatu masyarakat informasi, dimana orang bisa memanfaatkan informasi sama cepatnya dengan pemimpin mereka. Kita hidup dalam perekonomian yang berdasarkan pengetahuan, dimana pekerja yang terdidik tak mau dikekang oleh komando serta menuntut otonomi. Dalam lingkungan seperti ini kita membutuhkan lembaga birokrasi yang memberi wewenang pada kita ketimbang sekedar melayani kita. Kita juga membutuhkan lembaga birokrasi yang mampu mendesentralisasikan wewenang, memendekkan hirarki dan memfokuskan pada kualitas.
SUMBER: Mewirausahakan Birokrasi - Mentransformasikan Semangat Wirausaha ke dalam Sektor Publik Reinventing Government - How the Entrepreneurial Spirit Is Transforming The Public Sector By: David Osborne and Ted Gaebler Penerbit: Lembaga PPM
|